//
you're reading...
Article

Pahlawan Man United,Gary Neville, Membuktikan Bahwa Masih Ada Sisi Mulia dari Permainan yang Indah Ini

Sepakbola Inggris lama kelamaan seperti  neraka. Semua orang bisa bilang begitu. Gila dan gila, kembung dengan uang, terobsesi terhadap ketenaran dan harga diri, menari sepanjang jalan menuju kegelapan.

Dalam kegilaan hari-hari terakhir jendela transfer Januari kemarin, pahlawan berpaling dari para suporter  seolah acuh tak acuh bagaikan seorang bankiryang  menyikat pergi pengemis.

Fernando Torres dan Darren Bent berdansa sambil meninggalkan para fans yang keheranan  di Liverpool dan Sunderland dengan hampir tidak pernah melirik ke belakang.

Dalam apa yang seharusnya menjadi saat-saat  penghematan, klub Liga Premier menghamburkan uang lebih dari £ 130 juta untuk membeli pemain dalam satu hari.

Para agen menggosok tangan mereka dengan gembira, pemain berpindah klub dengan segala motif demi kemewahan dan harga diri yang tidak bisa dinalar dengan akal sehat. Dan kemudian pada hari Rabu malam, Gary Neville mengumumkan pengunduran dirinya dari permainan yang membesarkan namanya.

Satu orang tidak dapat menyelamatkan seluruh olahraga,tapi berita pensiunnya Neville setidaknya menjadi pengingat bahwa, di tengah ketidak berdayaan sepakbola, masih ada sisi yang mulia untuk permainan yang  indah ini.

Sebab, dalam 19 tahun ia bermain untuk Manchester United, Neville berdiri untuk semua hal yang baik tentang permainan di negeri Ratu Elizabeth itu.

Dia berdiri untuk loyalitas. Loyalitas kepada timnya dan rekan satu timnya. Dia hanya pernah bermain untuk United. Dia hanya pernah ingin bermain untuk United.

Dia tidak memiliki agen. Dia tidak pernah mencari penawaran dari klub lain untuk mencoba klub mengeluarkan uang yang lebih banyak kepadanya.

Wayne Rooney mengancam akan meninggalkan United musim ini dan itu bekerja. Dia mendapat kontrak baru dan lebih banyak uang.

Harga yang harus Rooney bayar adalah bahwa fans United tidak akan pernah mencintainya sekarang seperti mereka mencintai Neville. Mereka tidak akan pernah mempunyai rasa yang sama lagi.

Ketika Neville mencium lencana klub di kaosnya, dia bersungguh-sungguh. Dia mencintai klub ini,Manchester United.

Dan itu bukan jenis cinta yang hanya berlangsung sampai datang tawaran yang lebih baik. Ingat bahwa Ia bermain 602 kali untuk United.

Dia tidak pernah mengancam akan pergi. Dia tidak pernah diminta untuk pergi. Ia merasa bersyukur untuk kehidupan yang Ia jalani. Dia memperlakukan rekan satu timnya seperti saudara. Ketika Rio Ferdinand dituduh gagal dalam tes doping, Neville percaya tuduhan itu tidak adil. Meskipun ia tahu ia akan difitnah, ia mengancam untuk memimpin pemain Inggris untuk mogok demi mendukung temannya, suatu tindakan yang membuat dia mendapat nama panggilan Red Nev.

Ia berdiri untuk dedikasi. Dia benar-benar berkomitmen untuk permainan, dimulai dari yang pertama di lapangan latihan. Dia bukan pemain yang paling berbakat namun ia bekerja keras sehingga ia bisa menjadi bek terbaik dari generasinya.

Dia berdiri dengan keyakinan diri sendiri. Ketika dia membuat kesalahan dalam pertandingan terakhir melawan Stoke dan West Brom, ia menyadari bahwa waktunya sudah habis. Daripada hanya menjadi pelengkap kemenangan yang emosional  di Old Trafford di depan fans yang memuja dia, dia memilih untuk langsung berhenti . Dia tidak ingin hanya menjdi penumpang.

Dia juga berdiri untuk menghormati publik. Ia bukan seorang pemabuk,berandalan atau orang yang liar seperti binatang. Dia tidak akan pernah terlihat keluar dari klub malam jam 6 pagi. Dia orang yang jujur dan tegas,berpendirian,bahkan ia pernah  menolak untuk memberikan tanda tangan kepada seorang polisi sebagai ganti denda lalu-lintas. “Anda tidak bisa membeli saya,” katanya kepada petugas itu.

Dia berdiri untuk memenangkan segalanya. Ia memenangkan Liga Champions pada tahun 1999. Ia memenangkan delapan gelar liga. Ia memperoleh 85 caps untuk Inggris dan bermain di dua Piala Dunia serta 3 Piala Eropa.

Neville berdiri untuk hal-hal yang orang sering mengatakan bahwa telahbanyak yang  hilang dari permainan. Dia adalah bukti bahwa masih ada banyak pemain yang patut dijadikan tauladan dan pahlawan anak-anak kita.

Dia adalah bukti bahwa di tengah semua hal dan omong kosong ini masih banyak pemain di luar sana yang benar-benar  masih terikat dengan tradisi permainan ini, untuk sesuatu yang jauh lebih penting daripada uang.

 

Hal ini juga layak ditujukan kepada saudaranya  Phil, yang juga lambang seseorang yang mementingkan kepercayaan dan profesionalisme.

Phil Neville adalah kapten Everton tapi minggu lalu ia menjadi subyek tawaran dari Spurs. Itu adalah tawaran menarik. Dengan  upah yang lebih baik dari yang ia dapatkan di tempatnya berada sekarang. Dan itu akan membuat Phil, yang berusia 34, satu kesempatan terakhir berlaga di Liga Champions.

Jika ia telah dicap kakinya seperti banyak orang atau pemain lain, tawaran Spurs  mungkin telah berhasil. Tapi Phil memiliki terlalu banyak rasa hormat untuk para penggemar Everton dan manajer David Moyes. Ketika tawaran Tottenham ditolak pada hari batas waktu transfer, Phil menerima tanpa rewel.

Apa yang membuat Neville bersaudara begitu penting adalah bahwa di era sepakbola selebriti  dan dimana narsisme merajalela, mereka berdiri untuk tim alih-alih individu.

Mereka mewujudkan ide menggabungkan bakat dan usaha. Jadi, ketika Gary memutuskan beberapa minggu lalu bahwa dia akan berhenti, rencana awal sebenarnya adalah untuk menghindari melakukan hal itu minggu ini. Dia khawatir bahwa pengumuman itu akan mempengaruhi persiapan untuk pertandingan Inggris melawan Denmark minggu depan. Kenyataannya, dia salah. Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang.  Ketika semua telah putus asa terhadap nilai-nilai sepakbola di Inggris,setidaknya itu mengingatkan kita bahwa tidak semuanya telah hilang.

About binexunited

Someone obsessed and passionate of Manchester United: My first love and for forever!

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: